JAKARTA, LIMBONGMULANA – Punguan Limbong Mualana, Boru & Bere (Pulimbor) Jakarta Barat menggelar arisan perdana sekaligus pertemuan keluarga, Minggu (30/8/2026), bertempat di Lapo Andre, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.
Kegiatan perdana tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kekeluargaan dan sukacita. Selain menjadi ajang silaturahmi antaranggota punguan, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai hal penting menyangkut dasar-dasar organisasi, mekanisme arisan, serta iuran anggota demi mendukung keberlangsungan kegiatan Punguan Pulimbor Jakarta Barat.

Dalam pertemuan tersebut, para anggota terlebih dahulu membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi sosial tersebut. Pembahasan dilakukan secara terbuka dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan musyawarah untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima seluruh anggota.
Hasil pembahasan kemudian menjadi landasan bersama dalam menjalankan berbagai kegiatan Punguan Pulimbor ke depan. Para anggota sepakat bahwa organisasi bukan semata-mata menjadi wadah arisan, tetapi juga diharapkan mampu mempererat hubungan kekeluargaan, meningkatkan kepedulian antarsesama anggota, serta menjadi tempat untuk saling membantu dalam berbagai situasi.
Dalam kegiatan arisan perdana tersebut, sebanyak 18 keluarga tercatat sebagai peserta. Namun, dua keluarga berhalangan hadir karena adanya keperluan yang tidak dapat ditunda. Meski demikian, ketidakhadiran tersebut tidak mengurangi semangat dan kehangatan acara yang diikuti keluarga-keluarga lainnya.
Arisan perdana ini juga menjadi momen istimewa bagi Ketua terpilih, A. Limbong/br. Simanjorang (A. Agnes), yang memperoleh kesempatan sebagai penerima arisan perdana. Penyerahan arisan berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan dan mendapat sambutan hangat dari seluruh anggota yang hadir.
Besaran Arisan Disepakati Bersama
Dalam rapat sebelum acara makan malam, anggota Punguan Pulimbor membahas secara khusus mekanisme dan besaran arisan. Setelah melalui pembicaraan bersama, disepakati bahwa arisan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali saat ada 5 minggu pada bulan tersebut, dengan mekanisme yang telah disetujui bersama oleh para anggota.
Besaran arisan ditetapkan sebesar Rp600.000 per keluarga, dengan dua keluarga sebagai penerima dalam setiap pelaksanaan arisan. Selain itu, setiap anggota juga dikenakan uang pangkal sebesar Rp100.000 dan iuran rutin sebesar Rp10.000 per bulan.
Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk komitmen bersama dalam membangun organisasi yang tertib dan memiliki sumber dana untuk mendukung berbagai kegiatan sosial serta kebutuhan punguan.
Tidak hanya menerima uang arisan, dua keluarga yang mendapatkan arisan juga telah menyepakati untuk memberikan sumbangan kepada kas punguan sebesar Rp200.000 per keluarga. Dengan demikian, dari dua keluarga penerima arisan, terkumpul sumbangan sebesar Rp400.000 yang kemudian diserahkan kepada bendahara untuk dimasukkan ke dalam kas Punguan Pulimbor.
Dana kas tersebut nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan organisasi dan kepentingan bersama sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam AD/ART.
Pererat Kekeluargaan
Setelah seluruh agenda pembahasan AD/ART dan mekanisme arisan selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama. Suasana semakin hangat karena para anggota dapat duduk bersama, berbincang dan menikmati hidangan dalam nuansa kekeluargaan.
Makan bersama tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan bagi keluarga besar Pulimbor Jakarta Barat untuk semakin mengenal satu sama lain. Canda, tawa dan cerita ringan mewarnai pertemuan perdana tersebut.

Usai makan bersama, kegiatan dilanjutkan dengan acara hiburan secara spontan. Para ibu dan bapak anggota punguan bernyanyi bersama dengan melantunkan lagu-lagu kesukaan masing-masing.
Suasana pun semakin meriah. Sesekali terdengar gelak tawa dari para peserta yang menikmati kebersamaan tanpa sekat. Kehangatan tersebut menjadi gambaran bahwa keberadaan punguan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan memperkuat ikatan kekeluargaan.
Para anggota berharap pertemuan perdana ini menjadi awal yang baik bagi perjalanan Punguan Limbong Mualana, Boru & Bere Jakarta Barat. Dengan semangat kebersamaan, organisasi diharapkan dapat berkembang semakin solid serta mampu memberikan manfaat bagi seluruh anggota.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama. Dalam doa tersebut, seluruh anggota memohon agar keluarga besar Punguan Pulimbor senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, rezeki, serta keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.
Pertemuan perdana itu pun berakhir dalam suasana penuh sukacita. Kebersamaan yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan arisan, tetapi terus berlanjut melalui berbagai kegiatan sosial dan kekeluargaan lainnya.(Lim)











